Revitalisasi Peran Kepemudaan Melalui Karang Taruna Dalam Pengelolaan Sampah Plastik di Desa Baros, Kabupaten Serang
DOI:
https://doi.org/10.70522/jad.v1i2.10Kata Kunci:
Kepemudaan, Sampah Plastik, Pengelolaan Sampah, Pembangunan DesaAbstrak
Desa Baros Kabupaten Serang memiliki letak yang strategis secara geografis, namun masih dijumpai berbagai persoalan lingkungan dan masyarakat yang saling berkaitan erat, yaitu tentang sampah. Di sinilah peran kepemudaan dalam pengelolaan sampah plastik sangat dibutuhkan. Melalu beberapa tahapan, tim pengabdi berupaya merevitalisasi peran kepemudaan Karang Taruna Desa Baros melalui berbagai inisiatif dan partisipatif dalam menjaga, memelihara, dan meningkatkan fungsi lingkungan melalui pengelolaan sampah plastic. Model Participatory Rural Apraissal digunakan dalam kegiatan ini dengan pertimbangan dari identifikasi masalah hingga nantinya pada tahap penyelesaian semuanya melibatkan mitra. Kegiatan penyuluhan yang dilakukan diharapkan dapat memberikan stimulus terhadap anggota Karang Taruna untuk melakukan kegiatan pengelolaan sampah plastik yang memiliki manfaat ekonomi sekaligus sebagai pilot project untuk meningkatkan peran kepemudaan dalam pembangunan desa. Meskipun kegatan penyuluhan dilaksanakan dalam keterbatasan akibat Pandemi Covid-19, namun antusiasme anggota Karang Taruna yang mengikuti kegiatan ini untuk menjadi penggerak upaya pengelolaan sampah di lingkungan Desa Baros sangat tinggi.
Referensi
Darmastuti, S., Cahyani, I. P., Afrimadona, A., & Ali, S. Pendekatan Circular Economy Dalam Pengelolaan Sampah Plastik di Karang Taruna Desa Baros, Kecamatan Baros, Kabupaten Serang. Indonesian Journal of Society Engagement, 1(2), (2020): 1-18.
Dewi, I. G. A. A. Y. Peran Generasi Milenial Dalam Pengelolaan Sampah Plastik Di Desa Penatih Dangin Puri Kecamatan Denpasar Timur Kota Denpasar. Public Inspiration: Jurnal Administrasi Publik, 3(2), (2018): 84-92.
Fatia, D., dan Sugandi, S. Gerakan Tanpa Sedotan: Hindari Kerusakan Lingkungan. SOSIOGLOBAL : Jurnal Pemikiran dan Penelitian Sosiologi, 3 (2), (2019): 66-75
Konadi, W., & Iba, Z. Bonus demografi modal membangun bangsa yang sehat dan bermartabat. Majalah Ilmiah Unimus, 2(6), (2011): 18–24.
Lara, C. S., Crispín, A. F., & Téllez, M. C. L. Participatory rural appraisal as an educational tool to empower sustainable community processes. Journal of cleaner production,172, (2018): 4254-4262
Pratama, F. F., & Rahmat, R. Peran karang taruna dalam mewujudkan tanggung jawab sosial pemuda sebagai gerakan warga negara. Jurnal Civics: Media Kajian Kewarganegaraan, 15(2), (2018): 170-179.
Purwaningrum, P. Upaya Mengurangi Timbulan Sampah Plastik di Lingkungan. Indonesian Journal of Urban and Environmental Technology, 8 (2), (2016): 141-147.
Rahmadi, D. S., & Alawiyah, T. PENANGANAN SAMPAH BERBASIS DESA MELALUI PERAN PEMUDA. JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan), 3(3), (2019).
Schröder, P., Anantharaman, M., Anggraeni, K., & Foxon, T. J. (Eds.). The circular economy and the global south: sustainable lifestyles and green industrial development. Routledge. (2019).
Subiakto, V. U. (2020). Peningkatan Kapasitas Pola Komunikasi Pengolahan Sampah Berbasis Karang Taruna di Wilayah Kembangan, Jakarta Barat. ABDI MOESTOPO: Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat, 3(2), (2020): 55-61.
Sumardani, A. Peranan pemuda dalam kehidupan sosial masyarakat pedesaan: Studi kasus di Kampung Sumur Desa Karang Tengah Kecamatan Tanggeung Kabupaten Cianjur (Doctoral dissertation, UIN Sunan Gunung Djati Bandung). (2012).
Usadolo, S. E., & Caldwel, M. A stakeholder approach to community participation in a rural development project. Sage Open, 6(1), 2158244016638132. (2016).
“The World’s Garbage Problem – What You Need to Know”. Diakses dari https://www.rootwell.com/blogs/worlds-garbage-problem (2019).
“Pemerintah Nyatakan Perang Pada Sampah Plastik di Peluncuran Gerakan Indonesia Bersih”. Diakses dari https://www.merdeka.com/uang/pemerintah-nyatakan-perangpada-sampah-plastik-di-peluncuran-gerakan-indonesia-bersih.html (2019).



