PELATIHAN INOVASI OLAHAN COKLAT MENJADI SELAI DAN MASKER COKLAT UNTUK MASYARAKAT DESA TARAHAN

Penulis

  • Novrilia Atika Nabila Program Studi Farmasi, Jurusan Sains, Institut Teknologi Sumatera
  • Tantri Liris Nareswari Institut Teknologi Sumatera
  • Winni Nur Auli Program Studi Farmasi, Jurusan Sains, Institut Teknologi Sumatera
  • Annisa Maulidia Rahayyu Program Studi Farmasi, Jurusan Sains, Institut Teknologi Sumatera
  • Putri Amelia Rooswita Program Studi Farmasi, Jurusan Sains, Institut Teknologi Sumatera
  • Rizky Hidayaturahmah Program Studi Farmasi, Jurusan Sains, Institut Teknologi Sumatera

DOI:

https://doi.org/10.70522/jad.v3i2.22

Kata Kunci:

coklat, selai, masker, produk lokal, nilai jual, Lampung Selatan

Abstrak

Kabupaten Lampung Selatan merupakan penghasil biji coklat terbesar kedua di Provinsi Lampung. Sumber daya alam ini sangat melimpah, salah satunya di Dusun Sinarlaut, Gubugaram dan Surungbatang, Desa Tarahan, Lampung Selatan namun sampai saat ini belum diolah secara maksimal dan hanya dijual dalam bentuk biji coklat kering yang bernilai jualnya rendah. Masyarakat belum mengetahui cara pengolahan biji coklat menjadi bubuk coklat dan aneka produk olahan biji coklat. Oleh karena itu, program pengabdian ini bertujuan untuk membantu masyarakat sasaran dalam mengolah biji coklat menjadi produk siap jual (selai dan masker) dalam rangka peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kegiatan ini terdiri dari pemberian materi dan pelatihan pembuatan selai dan masker coklat selama 1 hari. Setelah pelatihan warga desa mampu memahami dan mempraktekkan pembuatan selai dan masker coklat. Masyarakat diharapkan mampu mengaplikasikan teknologi pembuatan selai dan masker, sehingga dapat meningkatkan nilai jual komoditas lokal daerahnya.

Referensi

Badan Pusat Statistik Provinsi Lampung. (2021). Produksi Tanaman per Tahun. Kabupaten Lampung Selatan. Lampung

Hasibuan, A. M., Nurmalina, R., & Wahyudi, A. (2012). Analisis kebijakan pengembangan industri hilir kakao (suatu pendekatan sistem dinamis). Informatika pertanian, 21(2), 59-70.

Kurniasari, A., Anwar, E., & Djajadisastra, J. (2018). Potensi ekstrak biji coklat (Theobroma cacao Linn) sebagai inhibitor tirosinase untuk produk pencerah kulit. Jurnal Kefarmasian Indonesia, 34-43.

Lestari, N. (2016). Pengaruh Mutu Biji Coklat Kering pada Proses Pengolahan Produk Awetan Coklat. Jurnal Riset Teknologi Industri, 2(3), 29-37.

Rahim, A., & Hutomo, G. S. (2020). Diversifikasi Produk Olahan Kakao Melalui Program Pengembangan Desa Mitra di Kecamatan Ampibabo Kabupaten Parigi Moutong. Jurnal Abditani, 3(2), 57-62.

Sondakh, R. C., Kusrianti, N., & Astri, F. (2021). Pendampingan Pembuatan Kreasi Cokelat untuk Pengembangan Industri Rumahan Desa Ginunggung, Kabupaten Tolitoli. Wikrama Parahita: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 5(2), 132-138.

Sudibyo, A. (2012). Peran cokelat sebagai produk pangan derivat kakao yang menyehatkan. Journal of Industrial Research (Jurnal Riset Industri), 6(1), 23-40.

Tresliyana, A., Fariyanti, A., & Rifin, A. (2015). Daya saing kakao Indonesia di pasar internasional. Jurnal manajemen & agribisnis, 12(2), 150-150.

Utami Hatmi, R., & Rustijarno, S. (2012). Teknologi pengolahan biji kakao menuju SNI biji kakao 01-2323-2008.

Wahyudi, T. T. R., & Panggabean, P. (2013). Kakao, Manajemen Agribisnis dari Hulu ke Hilir. Penebar Swadaya.

Unduhan

Diterbitkan

2024-06-01

Cara Mengutip

Nabila, N. A. ., Tantri Liris Nareswari, Auli, W. N. ., Rahayyu, A. M. ., Rooswita, P. A., & Hidayaturahmah, R. . (2024). PELATIHAN INOVASI OLAHAN COKLAT MENJADI SELAI DAN MASKER COKLAT UNTUK MASYARAKAT DESA TARAHAN. JURNAL ABDIMAS DOSMA (JAD), 3(2), 79–87. https://doi.org/10.70522/jad.v3i2.22

Terbitan

Bagian

Articles